Minggu, 28 April 2013

Penjahitan Luka Episiotomi


PENJAHITAN LUKA EPISIOTOMI
Prinsip Penjahitan Luka Episiotomi/ Laserasi Perineum
Indikasi
Episiotomi
  1. Gawat janin
  2. Persalinan per vaginam dengan penyulit (sungsang, tindakan vakum ataupun forsep).
  3. Jaringan parut (perineum dan vagina) yang menghalangi kemajuan persalinan.
Tujuan Penjahitan
  1. Untuk menyatukan kembali jaringan yang luka.
  2. Mencegah kehilangan darah.
Keuntungan Teknik Jelujur
Selain teknik jahit satu-satu, dalam penjahitan digunakan teknik penjahitan dengan model jelujur. Adapun keuntungannya adalah :
Hal Yang Perlu Diperhatikan
Dalam melakukan penjahitan perlu diperhatikan tentang :
  1. Laserasi derajat satu yang tidak mengalami perdarahan, tidak perlu dilakukan penjahitan.
  2. Menggunakan sedikit jahitan.
  3. Menggunakan selalu teknik aseptik.
  4. Menggunakan anestesi lokal, untuk memberikan kenyamanan ibu.
Penggunaan Anestesi Lokal
  • Ibu lebih merasa nyaman (sayang ibu).
  • Bidan lebih leluasa dalam penjahitan.
  • Lebih cepat dalam menjahit perlukaannya (mengurangi kehilangan darah).
  • Trauma pada jaringan lebih sedikit (mengurangi infeksi).
  • Cairan yang digunakan: Lidocain 1 %.
Tidak Dianjurkan Penggunaan
Lidocain 2 % (konsentrasinya terlalu tinggi dan menimbulkan nekrosis jaringan).
Lidocain dengan epinephrine (memperlambat penyerapan lidocain dan memperpanjang efek kerjanya).
Nasehat Untuk Ibu
Setelah dilakukan penjahitan, bidan hendaklah memberikan nasehat kepada ibu. Hal ini berguna agar ibu selalu menjaga dan merawat luka jahitannya. Adapun nasehat yang diberikan diantaranya :
  • Menjaga perineum ibu selalu dalam keadaan kering dan bersih.
  • Menghindari penggunaan obat-obat tradisional pada lukanya.
  • Mencuci perineum dengan air sabun dan air bersih sesering mungkin.
  • Menyarankan ibu mengkonsumsi makanan dengan gizi yang tinggi.
  • Menganjurkan banyak minum.
  • Kunjungan ulang dilakukan 1 minggu setelah melahirkan untuk memeriksa luka jahitan.


PERKIRAAN JUMLAH DARAH YANG HILANG
Sangat sulit untuk memperkirakan kehilangan darah secara tepat karena darah seringkali bercampur dengan cairan ketuban atau urin dan mungkin terserap di handuk,kain atau sarung. Tidak mungkin menilai kehilangan darah secara akurat dengan menghitung sarung karena ukuran sarung bermacam-macam dan mungkin diganti jika terkena sedikit darah atau pada saat benar-benar basah oleh darah. Meletakkan wadah atau pispot di bawah bokong ibu untuk mengumpulkaan darah bukanlah cara yang efektif untuk mengukur kehilangan darah dan bukan merupakan cerminan asuhan sayang ibu; berbaring di atas wadah atau pispot sangat tidak nyaman dan menyulitkan ibu untuk memegang dan menyusui bayinya.
Satu cara untuk menilai kehilangan darah adalah dengan cara melihat darah tersebut dan memperkirakan berapa banyak botol berukuran 500 ml yang bisa dipenuhi arah tersebut. Jika darah bisa mengisi dua botol, ibu telah kehilangan satu liter darah. Jika darah bisa mengisi setengah botol, ibu kehilangan 250 ml darah. Memperkirakan kehilangan darah hanyalah salah satu cara untuk menilai kondisi ibu.
Memeriksa perineum untuk perdarahan aktif
Evaluasi laserasi dan perdarahan aktif pada perineum dan vagina. Nilai perluasan laserasi perineum. Laserasi diklasifikasikan berdasarkan luasnya robekan.
Derajat satu
            mukosa vagina
            fourchette posterior
            kulit perineum
Penjahitan tidak diperlukan jika tidak ada perdarahan dan jika luka teraposisi secara ilmiah.
derajat dua
            mukosa vagina
            fourchette posterior
            kulit perineum
            otot perineum
jahit dengan menggunakan tekhnik-tekhnik tertentu
derajat tiga
            mukosa vagina
            fourchette posterior
            kulit perineum
            otot perineum
            otot spingter ani eksternal
segera lakukan rujukan
derajat empat
            mukosa vagina
            fourchette posterior
            kulit perineum
            otot perineum
            otot sfingter ani eksternal
            dinding rectum anterior
segera lakukan rujukan
Pencegahan infeksi
Setelah persalinan, dekontaminasi alas plastic, tempat tidur dan matras dengan larutan clorin 0,5% kemudian bilas dengan deterjen dan air bersih. Jika sudah bersih keringkan dengan kain bersih supaya ibu tidak berbaring di atas matras yang basah. Dekontaminasi linen yang digunakan selam persalinan dalam larutan clorin 0,5% dan kemudian cuci segera dengan air dan deterjen.
6.  MELAKUKAN LUKA PENJAHITAN LUKA EPISIOTOMI
Prinsip Penjahitan Luka Episiotomi/ Laserasi Perineum Indikasi Episiotomi
1.         Gawat janin
2.         Persalinan per vaginam dengan penyulit (sungsang, tindakan vakum ataupun forsep).
3.         Jaringan parut (perineum dan vagina) yang menghalangi kemajuan persalinan.
Tujuan Penjahitan
1.         Untuk menyatukan kembali jaringan yang luka.
2.        Mencegah kehilangan darah..
Adapun keuntungan adalah :
a.     Mudah dipelajari
b.     Tidak nyeri
c.      Sedikit jahitan
Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam melakukan penjahitan perlu diperhatikan tentang :
1.     Laserasi derajat satu yang tidak mengalami perdarahan, tidak perlu dilakukan penjahitan.
2.     Menggunakan sedikit jahitan.
3.     Menggunakan selalu teknik aseptik.
4.     Menggunakan anestesi lokal, untuk memberikan kenyamanan




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar